Supplier Lantai Vinyl

Lantai Vinyl atau Lantai Parket, Mana yang Paling Bagus untuk Rumah Minimalis?

Pada dasarnya, lantai vinyl atau lantai parket sama-sama bagus dipasang pada segala model rumah, termasuk rumah minimalis. Tinggal disesuaikan dengan budget serta konsep design interior dan eksterior seperti apa yang ingin ditonjolkan. Baik vinyl maupun parket sama-sama punya keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Ada baiknya sebelum menetapkan pilihan untuk flooring rumah minimalis kita, kenali dulu karakter keduanya secara mendalam. Biar bukan cuma poin plusnya saja yang bisa kita terima, tapi juga poin minusnya.

Lantai Vinyl atau Parket, Mana Lebih Tahan Lama? 

Umumnya, orang cenderung memilih sesuatu yang tahan lama agar tidak sebentar-bentar harus ganti baru. Selain harus punya modal beli pelapis lantai baru, kita juga harus menyediakan dana untuk biaya pemasangannya dan perawatan berikutnya. Tak heran diperlukan pertimbangan matang dalam hal ini.

Bicara masa pakai sebetulnya relatif. Tidak sepenuhnya berpatokan pada material dari benda itu sendiri. Bila tidak dibarengi dengan perawatan yang telaten dan kehati-hatian saat menggunakannya, lantai vinyl atau parket akan tetap berusia pendek. Namun dalam pemakaian wajar, lantai vinyl bisa tahan hingga 20 tahun dengan kerusakan yang sangat minim bahkan hampir tidak terlihat sama sekali. Sedangkan lantai parket tipis kemungkinan dapat bertahan selama itu.

Rata-rata memerlukan penggantian setelah pemakaian 10-15 tahun, dikarenakan warnanya memudar, terjadi penyusutan, retak, terkelupas, berjamur dan lain sebagainya. Apalagi bila lantai parket tersebut dipasang di luar ruangan, masa pakainya bisa lebih singkat lagi.

Lantai Vinyl atau Parket Mana yang Lebih Mudah Dipasang? 

Perkembangan teknologi selalu berupaya menghadirkan suatu produk yang lebih praktis digunakan. Lantai parket lebih dulu kita kenal sebagai pelapis lantai, baru kemudian menyusul vinyl. Lantai vinyl muncul dengan kekhasan dan kelebihan yang tidak dapat diduplikasi oleh lantai parket. Termasuk dari sisi kemudahannya.

Ya, lantai vinyl memang sengaja diciptakan sebagai pelapis lantai yang praktis untuk di segala ruang. Pada tiap lembarannya telah dilengkapi dengan perekat khusus. Jadi tinggal ditempelkan saja di lantai mengikuti bentuk rungannya seperti apa. Saking praktisnya, tidak memerlukan skill khusus untuk memasangnya. Bahkan kita sendiri pun bisa memasangnya tanpa bantuan jasa tukang.

Sebaliknya, pemasangan lantai parket membutuhkan effort yang lebih besar dan memakan waktu lebih lama. Mekanismenya mirip seperti pemasangan lantai keramik. Bila tidak punya skill di bidang ini sebelumnya, jangan coba-coba memasangnya sendirian kalau tidak mau hasilnya berantakan.

Lantai Vinyl atau Parket Mana yang Lebih Aman?

Selain mempertimbangkan mana yang lebih bagus diaplikasikan untuk rumah minimalis, aspek kesehatan juga tidak boleh diabaikan. Sempat beredar kabar bahwa lantai vinyl mengandung zat beracun yang bersifat karsinogenik. Zat tersebut berasal dari pembuatan klorida pada PVC yang menjadi bahan utama lantai vinyl.

Bila lantai vinyl dipasang di dalam rumah, toksin yang menguar akan terjebak dan terhirup oleh kita. Lama-lama bisa memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, salah satunya kanker. Tapi kini lantai vinyl tidak semenakutkan itu lagi. Berkat kemajuan teknologi, proses pembuatan lantai vinyl semakin memperhitungkan aspek kesehatan sehingga aman digunakan dan ramah lingkungan.

Parket juga tidak terlepas dari risiko yang sama. Hanya saja bentuk permasalahannya yang berbeda. Parket sangat rentan lembab. Kondisi seperti itu tanpa kita sadari merupakan “gerbang” munculnya bakteri dan jamur. Bakteri tersebut dapat berpindah ke tubuh manusia melalui pori-pori kulit maupun mulut.

Walau keduanya sama-sama punya potensi mengganggu kesehatan, tetapi dari segi sanitasi lantai vinyl jauh lebih mudah dibersihkan daripada parket. Setidaknya dengan begitu bisa meminimalisir risiko terjangkitnya penyakit yang berasal dari racun, bakteri, atau kuman lantai.

Lantai Vinyl atau Parket, Mana yang Membutuhkan Perawatan Ekstra?

Dari semua jenis pelapis lantai, parket yang paling butuh perawatan ekstra. Pasalnya, parket berasal dari kayu solid yang lemah menghadapi perubahan suhu ekstrim. Kalau buka lapuk, masalah lain yang timbul pada parket karena perubahan suhu adalah menyusut. Belum lagi permukaannya yang rentan tergores dan retak bila menahan beban yang terlalu berat di atasnya.

Untuk lantai vinyl, perawatannya terbilang mudah karena tahan di segala cuaca dan telah dilengkapi dengan lapisan anti gores. Bahkan, lantai vinyl tahan api. Bentuk perawatannya paling-paling hanya membersihkan permukaan lantai dengan sabun pembersih agar tetap kilap.

Lantai Vinyl atau Parket, Mana yang Lebih Murah?

Dari segi harga, lantai parket selisih lebih mahal dibanding lantai vinyl. Itu mengapa lantai parket lebih menyasar ke konsumen dari kalangan middle up. Banyak orang yang menginginkan parket sebagai pelapis lantai hunian mereka. Hanya saja mengingat harganya yang kurang bersahabat itu, sebagian besar terpaksa mengubur impian memilikinya.

Beruntung ada lantai vinyl sebagai salah satu alternatif yang secara visual tak kalah apik daripada lantai parket tapi harga lebih merakyat. Bahkan, lantai vinyl menghadirkan motif-motif kayu ala parket, lengkap dengan berbagai pilihan warna serta model serat kayu. Walau vinyl tidak bisa memunculkan ambience kehangata seperti yang dapat diberikan lantai parket pada sebuah ruangan, namun nilai estetikanya tidak terkalahkan.

Tak heran jika semakin lama semakin banyak yang memilih menggunakan lantai vinyl untuk hunian, café, lobi, rumah sakit, ruangan senam, ruang bermain anak, hingga lapangan olahraga indoor.

Dari perbandingan-perbandingan lantai vinyl atau parket di atas, dapat disimpulkan bahwa vinyl mengantongi lebih banyak keunggulan ketimbang parket. Dengan demikian tidak keliru jika Anda memilih vinyl untuk pelapis lantai rumah minimalis Anda.